Showing posts with label batik. Show all posts
Showing posts with label batik. Show all posts

Friday, June 7, 2013

Tasik Kreatif, Cantik Campernik

300
foto :anep paoji/dok pribadi
Gapura selamat datang menuju Sentra Bordir
Kawalu Kota Tasikmalaya
Akhir Mei 2013, saya menghadiri konfrensi pers, meet and greet musisi legendaris nasional Iwan Fals di Hotel Santika Tasikmlaya.


Kesan Iwan Fals saat ditanya MC tentang Tasikmalaya, Tutug Oncom (TO). Ya...benar Tutug Oncom. Pelantun "Umar Bakri" ini  terkesan dengan TO karena rasa dan performa kuliner karuhun urang Tasikmalaya itu sangat unik.

Bang Iwan juga mengapresiasi musisi Tasikmalaya yang menurutnya sangat potensial dibangun menjadi musisi berkelas. Syaratnya komitmen dan harus menjadi diri sendiri dalam berkarya serta pantang menyerah.

Kesan Bang Iwan tentu hanya menggambarkan bagian kecil dari Tasikmalaya. Banyak potensi yang tidak bisa ditangkap oleh pelancong yang hanya sebantar waktu stay di kota yang pernah dijuluki "Kota Resik" yang campernik (mungil) ini.  Ragam potensi Tasikmalaya bisa ditemui secara kasat mata. Misalnya pada wisata belanja kerajinan unggulan produksi Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ragam kuliner khas.

Menurut catatan Dinas UMKM, Koperasi, Industri dan Perdagangan Kota Tasikmalaya sektor UMKM meraup omzet per tahun sekitar Rp2 triliun dari 7.700 unit usaha dengan serapan tenaga kerja mencapai 55.000 orang. Komiditas unggulan meliputi bordir, kerajinan bambu, kelom dan payung geulis, batik, kerajinan kayu dan olahan makanan.

Kerajinan bordir nampaknya paling menonjol di antara produk unggulan yang lain. Kerajinan ini sudah diekspor ke Malaysia, Singapura, Bruney Darusalam, Mesir, Abu Dhabi, Dubai serta Negara Arab lainnya. Bordir Tasik juga sudah menembus pasar Jepang dan Amerika.

foto :anep paoji/dok pribadi
H. Wawan S. Nawawi, pengusaha bordir Kawalu 
Penulis sempat bincang-bincang dengan owner bordir ternama dari Kawalu. Namanya Wawan Setiawan Nawawi, pemilik Zarkasie Embroidery. Katanya, bordir yang digandrungi pasar luar negeri, justeru bordir tradisional atau bordir hasil mesin kejek karena memiliki karakteristik yang khas ketimbang hasil bordir komputer yang dibuat secara massal. 

Sayang, nyaris semua pelaku bordir Kawalu beralih ke produksi massal sehingga kekhasan bordircraft perlahan meluntur. Hanya segelintir perajin yang masih mempertahankan bordir mesin kejek. Itupun jumlah produksi sangat terbatas, sekedar memenuhi pesanan.

Padahal menurut Wawan, dari segi bisnis, margin bordir kejek sangat besar. Demikian juga dari sisi budaya, bordir mesin kejek akan membantu melestarikan tradisi masyarakat Tasikmalaya sebagai kota kreatif.  

Ia juga sempat mensuplai bordir kejek ke Jepang dan Negara Eropa dengan harga yang cukup mahal. Satu set taplak meja atau satu set seprai, bisa mencapai Rp1,5 –Rp5 juta.

Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah memadukan wisata kerajinan UMKM juga kuliner sebagai wisata belanja. Pemerintah mengklaim, kota yang dijuluki kota santri ini merupakan kota yang paling siap menjadi destinasi wisata belanja di Priangan Timur. Ambisi ini sejalan dengan rencana pemerintah Provinsi Jawa Barat yang  pada tahun 2014 akan menggenjot potensi wisata Jawa Barat bagian Selatan.

Dari sisi potensi wisata alam Kota Tasikmalaya tidak sekaya daerah lain di Priangan Timur. Kabupaten Tasikmalaya -yang masih memiliki latar historis sama dengan Kota Tasikmalaya - misalnya, memiliki Pantai Cipatujah wisata Gunung Galunggung dan Wisata Ziarah Pamijahan hingga wisata budaya Kampung Naga. Demikian juga dengan Kabupaten Pangandaran. Kabupaten yang baru mekar dari Kabupaten Ciamis ini, memiliki objek wisata Pantai Pangandaran, cagar alam, Batu Karas dan Green Kanyon.

Hal yang sama dengan Garut yang memiliki objek wisata Candi Cangkuang, Kampung Sampireun atau Pantai Pameungpeuk di Garut Selatan.  Sementara objek wisata alam Kota Tasikmalaya hanya Situ Gede dan Rest Area Urug. Itupun belum dikelola maksimal dengan jumlah wisatawan setiap tahun sangat terbatas. Sehingga pilihan alternative menyiapkan diri sebagai kota wisata belanja, perdagangan dan jasa di Priangan Timur.


Menuju Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya dituju dari Bandung, Jakarta serta kota-kota lain sangat mudah, baik dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Bis jalur Bandung atau Jakarta - Tasikmalaya sangat banyak. Hampir 15 menit sekali dengan tujuan akhir Terminal Indihiang - Kota Tasikmalaya atau melintas menuju Banjar, Ciamis dan Pangandaran atau tujuan Jogjakarta, Solo dan Surabaya. 

Untuk alternatif, Tasikmalaya juga bisa dijangkau dengan Kereta Api turun di Stasiun KA Tasikmalaya. Pemberangkatan bisa dari Bandung atau Jakarta. Hanya saja yang paling popular perjalanan dengan KA ke Tasikmalaya dari arah timur, seperti  Jogjakarta, Solo dan Surabaya.


Salah satu kendala menuju Tasikmalaya sering macet di jalur Gentong dan Nagrek yang didominasi tanjakan curam serta belokan. Jalur ini merupakan jalur distribusi barang di Pulau Jawa selain jalur Pantura. Beruntung sekarang sudah dibuka jalan Lingkar Nagrek yang sedikit banyak mampu mengurai arus lalu lintas bila jalur padat seperti pada arus musim mudik dan balik Lebaran Idul Fitri atau musim libur panjang. 

Berikutnya jalur alternatif. Yakni Bandung - Tasikmalaya via Garut dan Singaparna. Jalur ini kalau menggunakan bis kurang efektif. Angkutan yang langsung Terminal Cicaheum atau Leuwipanjang ke  Terminal Tasikmalaya selalu transit di Terminal Garut juga Terminal Singaparna. Perjalananpun jadi lamban. Jalur ini didominasi kelokan serta turunan dan tanjakan curam.

Bila siang hari, perjalanan berkelok sejak Leles, Kota Garut hingga Rumah Adat Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya justeru memanjakan mata. Bukit-bukit khas Priangan dengan udara sejuk menciptakan keindahan tersendiri di sepanjang perjalanan.

Tarif Bis Bandung – Tasikmalaya cukup murah. Menggunakan bus ekonomi AC hanya Rp25.000 per orang, eksekutif Rp27.500 dan menggunakan elf kadang bisa capai Rp30.000-Rp35.000. Lebih baik menggunakan bis langsung dari terminal Cicaheum – Tasikmalaya. Selain nyaman, harga tiket tidak mahal.


foto :anep paoji/dok pribadi
Pertunjukan pesawat terbang di 
lapangan Udara Wiradinata Tasikmalaya
Sayang, hingga kini belum ada penerbangan komersial baik dari Bandung atau Jakarta serta kota lain. 

Pemerintah kota sedang merintis penerbangan komersial, seiring dibukanya sekolah penerbangan pertama di Priangan Timur yang beroperasi mulai Juli 2013. Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman berharap, sekolah penerbangan itu bisa menjadi cikal bakal penerbangan komersial dari Tasikmalaya.

Transportasi dalam Kota

Sarana transportasi Kota Tasikmalaya yang memadai akan memudahkan pengunjung saat jalan-jalan di Kota Santri ini. Ada taksi, angkutan kota (angkot) bahkan andong dan becak. 


Jika kesulitan mencari alamat tujuan, jangan segan-segan bertanya kepada tukang becak atau kepada pedagang kaki lima yang ditemui. Mereka akan mudah menunjukkan lokasi yang dimaksud. Jangan khawatir warga di Kota Tasikmalaya akan minta tips atau berbohong, mereka sangat menghormati dan ramah kepada tamu-tamu apalagi jika terlihat orang luar kota.

Tarif Angkot di Kota Tasikmalaya tidak bisa nawar. Tarif ditentukan jauh dekat Rp2.800. Sedangkan tariff taksi, belum menggunakan argo meter secara disiplin. Tarif disesuaikan dengan kesepakatan antara sopir dan pengguna.

Secara umum, angkutan umum sudah cukup baik. Meski untuk jalur tertentu, termasuk ke sentra kerajinan, jadwal pemberangkatan masih jarang juga jalan kurang bagus. Lebih baik menyewa mobil, kalau tidak menggunakan mobil pribadi.

Banyak perusahaan yang menyewakan mobil plus sopir. Lamanya sewa bisa ditentukan mulai harga Rp80.000 per 6 jam hingga Rp200.000/12 jam. Bisa juga sewa kendaraan mingguan, bulanan, harga akan lebih murah kertimbang sewa harian. Ingat, harga sewa tersebut belum masuk bayar sopir dan bensin juga parkir. Sebisa mungkin nawar supaya mendapat harga yang pas  dengan anggaran.

Perusahaan carter mobil antara lain, Gaharu Rent Car di Jalan Mohammad Hatta, Kharisma di Jalan Burujul dan Lodaya Rent Car di Jalan Siliwangi. Lagi-lagi untuk mencari jalan-jalan itu sangat mudah. Tanya saja pada orang yang kira-kira tahu atau kepada resepsionis hotel atau penginapan.

Hotel

foto :anep paoji/dok pribadi
Executive Scretary Hotel Santika Tasikmalaya
Feranica Prilly Zielly saat Launching
Chines Food, Dim Sum 
Tak cukup satu hari supaya dapat menyusuri semua sentra kerajinan UMKM Kota Tasikmalaya. Disarankan minimal 2-3 hari supaya lebih leluasa. Hotel-hotel tersedia di Kota Tasikmalaya sangat mendukung kenyamaman wisata, mulai kelas penginapan hingga hotel berbintang.

Hotel Santika di Jalan Yudhanegara misalnya. Hotel ini cukup representatif, bintang 3, posisinya di tengah kota yang sangat nyaman untuk tinggal selama kunjungan. Tarifnya seragam dengan hotel satu grup di kota lain. 

Di hari-hari tertentu, sering ada promosi discount kamar terutama untuk tamu hotel rombongan seperti perusahaan atau wedding. Hotel Santika juga menyediakan booking kamar melalui internet. Fasilitas ini sangat memudahkan para pengunjung  jauh-jauh hari tanpa harus datang terlebih dahulu ke Tasikmalaya.

Salah satu menu yang ditawarkan hotel yang dikelola PT. Grahawita Santika sebagai unit bisnis kelompok Kompas Gramedia tersebut, selain kuliner modern juga menu tradisional. Antara lain kuliner Jawa Tengah, menu Sumatera dan Aceh hingga menu Bali bahkan menu lokal seperti Tutug Oncom (TO), bubur ayam hingga lotek yang bisa didapat di waktu tertentu. Untuk menu internasional, dihadirkan menu Kaisar China tempo dulu, Dim Sum dan Korean Food.

foto :anep paoji/dok pribadi
Kolam renang, Hotel Santika Tasikmalaya  
Excekutif Scretary Hotel Santika Tasikmalaya Feranica Prilly Zielly sering mengungkapkan, Hotel Santika terus berkreasi menghadirkan kuliner tradisional selera nusantara untuk memuaskan para pengunjung yang diolah oleh tangan-tangan terampil chef-chef terlatih.  

Jika waktu tepat, setiap akhir bulan tertentu, pengunjung bisa menikmati suasana Pasar Malam Santika (PMS) dengan hidangan kuliner tradisional, seperti bajigur, teh poci hingga Bakso Malang dan peuyeum bakar. PMS digelar di halaman Hotel Santika, menyuguhkan pemandangan lalu lalang jalan raya di malam hari. 

Informasi terbaru, selama Bulan Ramadhan, Hotel Santika menyediakan menu untuk khusus ta'jil buka puasa dengan harga terjangkau. Menarik dijajal, menikmati view Kota Tasikmalaya dari ketinggian sambil menikmati hidangan. Dari lantai 8 Hotel Santika, pengunjung bisa menyaksikan pesona Gunung Galunggung di sebelah barat, Gunung Syawal – Ciamis di sebelah utara serta hamparan pemukiman berbentuk kubus di sebelah timur dan selatan yang berwarna.  

Imah Tasik

foto :anep paoji/dok pribadi
Imah Tasik, produk etalase produk kerajinan unggulan
Tasikmalaya, di Jl. Perintis Kemerdekaan 
Lokasi yang rekomended dikunjungi bila jalan-jalan ke Kota Tasikmalaya, Imah Tasik. Lokasinya beralamat di Lingkar Industri Kecil (LIK) atau Jalan Perintis Kemerdekaan, sekitar 3 kilo meter dari Kota Tasikmalaya. Bila menggunakan angkot, naik angkot yang sama menuju sentra bordir Kawalu, Angkot 03 ongkos Rp2.800/orang/naik (tarif baru).

Imah Tasik merupakan etalase kerajinan unggulan Kota Tasikmalaya yang dikelola Pemkot Tasikmakaya. Pengunjung yang datang ke Imah Tasik bisa difasilitasi oleh pengelola untuk dipertemukan dengan produsen kerajinan bila belanja sekala besar. 

Imah Tasik buka setiap mulai jam 9.00 WIB-16:00 WIB, termasuk hari Minggu dan hari libur.  Di sini dipajang hasil kerajinan yang mewakili kerajinan unggulan di Kota Tasikmalaya juga Kabupaten Tasikmalaya seperti kerajinan anyaman asal Rajapolah.

Tidak jauh dari Imah Tasik, terdapat pabrik yang membuat alas kaki untuk kelom geulis. Pengunjung bisa menyaksikan para perajin membentuk kayu-kayu balok menjadi sebuah alas kaki yang cantik dan  mengkilap. Dari sinilah alas kaki untuk dimodivikasi di rumah perajin Kelom Geulis dibuat.

Bordir

foto :anep paoji/dok pribadi
Hj. Haryati, owner Haryati Bordir Kawalu Kota Tasikmalaya
Kawalu, satu kecamatan dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya. Di sepanjang Jalan Air Tanjung – Kawalu hampir semua penduduk bermata berpencaharian membuat bordir, mulai bos besar hingga sekedar buruh.

Sejak memasuki  Jalan Air Tanjung - Kawalu, gemuruh suara mesin bordir sudah terdengar. Ada yang menggunakan mesin juki kecil dan kebanyakan sudah menggunakan mesin bordir komputer yang bisa memproduksi bordir hingga 10 pcs satu kali putaran.

Sejak Muncang - sepanjang Jalan Air Tanjung, banyak butik yang memajang hasil kerajinan mereka. Mulai mukena, baju koko, kebaya, kerudung atau pakaian turunan dari bordir.

Dari pusat Kota Tasikmalaya, Jalan KHZ Mustofa, menuju Kawalu sekitar 5 kilo meter, menggunakan angkutan kota (angkot) 03 jurusan Sub Terminal Pacasila - Kawalu. Hanya saja angkot ini jarang yang masuk hingga sentra bordir, perlu menggunakan ojek dari pemberhentian Angkot di Pangkalan atau Muncang. Tariff sekitar Rp10.000-Rp20.000 tergantung kepiawaian nawar.

Produsen  dan butik yang terkenal di Kawalu antara lain Butik Bordir Haryati. Bertanya ke tukang ojek di pemberhentian Muncang, mereka pasti mengantarkan dengan senang hati. Kabarnya mereka suka dikasih tips oleh bos bordir, meski pengunjung sekedar lihat-lihat. Di sini koleksinya lengkap, juga variatif. Soal harga tergantung kualitas. Harga mukena berkualitas mulai Rp150.000/pcs hingga Rp1,5 juta/pcs tersedia dengan ragam pilihan motif.

Batik


foto :anep paoji/dok pribadi
Suasana di Galeri Batik Agnesa,
Kampung Batik Ciroyom
Sentra kerajinan yang mesti dikunjungi selama wisata di Kota Tasikmalaya, kampung Batik Ciroyom. Di antara sentra-sentra kerajinan yang lain, destinasi ini sudah tertata dan representative. 

Menuju Kampung Batik dari pusat Kota Tasikmalaya sekitar 1,2 kilo meter dengan angkutan kota jalur 09. Ongkos satu kali naik Rp2.850. Bila menggunakan becak dari pusat kota sekitar Rp15.000-Rp20.000 tergantung bisanya nawar. Menggunakan taksi bisa mencapai Rp35.000.

Selain menjual kain dan fashion, beberapa produsen batuk sudah memberi ruang kepada pengunjung untuk menyaksikan proses membuat batik mulai menggambar, melukis hingga mencelup. Bisa juga mencoba melukis batik sendiri atau menggambar.  

Di sentra rumah Batik Agnesa misalnya, sejak masuk galeri batik sudah disuguhkan dengan pemandangan perajin yang sedang membuat pola batik. Pengunjung juga bisa melihat ibu-ibu melukis. Para penjaga menawari pengunjung bila mau melihat proses membatik atau mau foto-foto. Mereka sudah terbiasa menerima para tamu yang ingin menyaksikan pembuatan batik.

Kita juga  akan tahu sebarapa lama proses membatik. Kalau batik tulis murni satu lembar kain bisa mencapai 1 bulan. Pantas, harga batik tulis murni cukup mahal, mulai Rp400.000 per potong untuk satu baju hingga Rp1,5 juta. Batik Tasik sangat khas dengan warna  cerah, seperti merah terang atau coklat terang. Corak bunganya banyak diilhami kondisi alam seperti bunga anggrek, melati atau batik rereng mirip Batik Jogja dan Solo.

Setiap akhir pekan, bus-bus besar dari luar kota banyak datang ke Kampung Batik. Tak jarang rombongan perusahaan, pemda dari luar Pulau Jawa memborong oleh-oleh Batik Tasikmalaya untuk sanak keluarganya. Harga batik di sini sangat terjangkau. Batik Cap satu kali antara Rp50.000-100.000 untuk satu bahan baju. Batik Tulis campuran cap dan tulis mulai Rp85.000-Rp250.000 dan harga kain batik tulis murni mulai Rp450.000-Rp1,5 juta per potong.

Selain Batik Agnesa ada juga Batik Deden. Tempat worskshop batik Deden tidak jauh dengan Batik Agnesa. Sekedar membandingkan harga serta keunikan masing-masing corak batik, boleh anda mencoba masuk galerinya sekedar tanya-tanya. Para panjaganya sangat ramah  melayani setiap pertanyaan seputar batik dengan sabar. Kalau belum puas di dua galeri, jajal saja puluhan galeri yang berejer di Kampung  Batik itu.

Kelom Geulis

foto : nep paoji/dok pribadi
Seorang pengunjung di showroom Kelom Geulis Salsa
Gobras Kota Tasikmalaya.  
Kelom Geulis merupakan sandal khas Tasikmalaya dengan sentra produsen terdapat di Gobras - Kecamatan Tamansari. Menuju sentra kelom geulis, sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya, menggunakan angkot jalur 010. 

Salah satu produsen Kelom Geulis yang cukup terkenal Kelom Geulis Sheny. Menurut ownernya, dia sempat ekspor ke laur negeri, hanya saja kini sudah tidak lagi. Ia memilih memasok pasar nasional seperti Jakarta dan Surabaya.

Kelom Geulis pun kini sudah dimodifikasi dengan bordiran atau batik. Unsur etnik sangat nampak tetapi elegan digunakan pecinta fashion untuk acara resmi atau santai. Di Galeri Kelom Geulis Sheny, dipajang tas kelom Geulis bentuk kelom dengan ukuran tas normal. Bila disimpan di lantai atau meja, tas akan nampak seperti sepatu besar.

Harga Kelom Geulis cukup terjangkau. Mulai Rp65.000 kualitas biasa hingga Rp150.000 bahkan jutaan rupiah. Untuk pembelian sekala besar biasnya penjual memberi harga special. Mereka tidak segan-segan memanjakan tamunya dengan harga jauh lebih murah dibanding harga butik dengan produk dan kualitas yang sama.

Situ Gede

foto :anep paoji/dok pribadi
Situ gede Kota Tasikmalaya
Situ Gede merupakan kolam besar dengan luas sekitar 32 hakter. Di lokasi ini sangat nyaman menikmati udara sejuk serta permainan air seperti perahu dan rakit. Kalau waktu anda luang, cobalah mancing di tengah danau dengan menggunakan rakit. Menuju objek wisata air ini sangat mudah. Jarak dari kota sekitar 5 kilo meter. Hanya saja hingga kini belum ada kendaraan khusus ke lokasi.

Alternatif kendaraan jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan angkot sewaan atau taksi. Satu angkot tidak akan sampai Rp40.000 untuk rombongan. Pake taksi sekitar Rp30.000 tergantung bisa nawar. Masuk ke lokasi hanya Rp4000 bagi dewasa dan Rp2000 bagi anak-anak. Sewa perahu bebek Rp15.000 per jam dan sewa rakit untuk mancing di tengah danau Rp20.000, waktu sepuasnya.

Untuk kuliner di lokasi ini sangat murah.  Yang khas antara lain, ikan bakar Situ Gede hasil tangkapan para nelayan. Menikmatinya  sambil lesehan di bawah pohon rindang di pinggir situ. Tikar gratis sudah disiapkan penjual kuliner.  Harga  nasi ikan timbel lengkap hanya Rp15.000 sedangkan paket nasi bakar ikan sesuai ukuran mulai Rp10.000-Rp20.000.

Bila belum puas, pengunjung bisa jalan kaki keliling Situ Gede melalui track yang tersedia. Di sepanjang jalan bisa menyaksikan para pemancing mania berjejer di semak-semak sambil menuggui jorangnya disambar ikan. Keliling Situ Gede memakan waktu 1,5 jam.  Bila hari minggu track ini padat oleh pengunjung yang lari pagi.


Tugu Koperasi

Meski kurang popular, penulis memaksakan, Tugu Koperasi Nasional Tasimalaya masuk pada  potensi Tasikmalaya. Ada beberapa alasan yang mendasari penulis. Pertama, rangkaian tulisan ini mengekplorasi Tasikmalaya sebagai pusat industry kreatif berbasis kerakyatan. Koperasi, merupakan representasi ekonomi kerakyatan, di tanah air. Kiprahnya sudah terlihat dalam sejarah perkoperasian nasional dan Tasikmalaya salah satu kota menjadi tonggak sejarah dalam perkoperasian nasional tersebut.

foto :anep paoji/dok pribadi
Tugu Koperasi  Indonesia di Jalan Mohammad Hatta,
Kota Tasikmalaya
Kedua, sebagai simbol sejarah, Tugu Koperasi Nasional Tasikmalaya akan memberikan gambaran kepada generasi berikutnya, bahwa Tasikmalaya sejak generasi karuhun sudah akrab dengan organisasi, termasuk organisasi ekonomi.

Ketiga, memberi kesadaran di tengah memudarnya peran dan fungsi koperasi di tanah air, bagaimanapun ekonomi berbasis kerakyatan telah hidup di negeri ini. Sehingga pegiat ekonomi saat ini perlu melirik kembali nilai-nilai koperasi dalam laku perekonomian bangsa, tentunya dengan berbagai modernisasi serta pembenahan di sana-sini.

Keempat, minimal menyadarkan generasi sekarang, bahwa Tasikmalaya tempo dulu sudah diperhitungkan di kancah perekonomian nasional, seperti kondisi sekarang sebagai potensi industry kreatif yang memberi kontribusi besar terhadap perekonomian warga bukan saja untuk Tasikmalaya melainkan bagi Bangsa Indonesia.  

Jika ingin berkunjung ke Tugu Koperasi, lokasinya mudah terjangkau. Ia berada di Jalan Mohammad Hatta, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, sekitar 2 kilo meter dari pusat kota Jalan KHZ Mustofa. Bukan sebuah kebetulan, alamat tugi koperasi di Jalan Mohammad Hatta, sepertinya  mengingatkan jasa bapak bangsa, bapak koperasi nasional yang juga proklamator kemerdekaan RI, yakni Muhammad Hatta.

Sangat mudah menuju lokasi ini, dari simpang lima sekitar 1 kilo meter menuju arah Ciamis. Meski bangunanya tidak terlalau mencolok, sepintas saja sudah tergambar bahwa bangunan tersebut merupakan tugu.

Bentuk tugu koperasi berupa 12 pilar, dengan tinggi sekitar 3 meter berjejer seperempat lingkaran mengawal logo koperasi di depannya, terbuat dari bahan kuningan.  Pilar 12 tersebut merupakan pengumuman bahwa pada tanggal 12 Juli 1947 diresmikan hari Koperasi Nasional dan di tempat itulah kongres koperasi pertama kali dilaksanakan, berlangsung sejak 12-14 Juli 1947.

Akan terlihat plang bertuliskan, “Di sini tempat berlangsungnya kongres koperasi yang pertama, tanggal 12-14 Juli 1947 antara lain memutuskan, 12 Juli sebagai hari Koperasi Indonesia”.   Di belakang tugu koperasi,  kini masih beroperasi kegiatan usaha Pusat Koperasi Kota-Kabupaten Tasikmalaya (KPPT). Koperasi ini didirikan tahun 1943, lebih dahulu dari pada kongres koperasi digelar.

Di zamannya, KPPT merupakan koperasi terbesar di Tasikmalaya bahkan di Indonesia. Di zaman keemasannya pula, diselenggarakan berbagai kegiatan usaha mulai unit simpan pinjam hingga pabrik tenun.
Usaha yang masih berjalan hingga kini, unit simpan pinjam, sewa bangunan juga pabrik tenun dan penggilingan padi. Hanya saja untuk pabrik tenun, sudah disewakan kepada pihak ketiga, pihak  koperasi hanya menerima biaya sewa setiap tahun.
foto : anep paoji/dok pribadi
Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarifudin Hasan
saat menghadiri temu nasional Pendamping UMKM
di Hotel Santika - Tasikmalaya Bulan Juni 2013
.   

Meski tidak cukup hanya sebagai kebanggan, Tugu Koperasi memberi gambaran kepada kita, sejak dulu kala masyarakat Tasikmalaya sudah menjadi pelaku ekonomi kerakyatan yang mandiri melalui kegiatan koperasi. Di era 80-an, di seluruh Indonesia  perantau asal Tasikmalaya juga sempat terkenal dengan  “Tukang Kiridit”. Sehingga selain julukan kota santri, kota perajin dan kota resik, Tasikmalaya sempat identik dengan kota tukang kiridit.

Momen penting terkait pembangunan ekonomi kerakyatan nasional di Tasikmalaya, bulan Juni 2013 digelar temu nasional para pendamping UMKM se-Indonesia. Komitmen mereka membangun kualitas para pendamping pengusaha kecil dan menengah hingga berhasil menyusun road map pola pendapingan dan konsultasi bagi UMKM ke depan.      


Icip-Icip TO

foto :anep paoji/dok pribadi
Suasana Lesehan TO Rahmat Jl. BKR Kota Tasikmalaya
Tutug Oncom biasa disingkat TO. Penganan campur oncom dan nasi ini tersedia mulai warung kaki lima di gang sempit hingga rumah makan TO kapastias massal. 

Harganya cukup murah, mulai Rp3.500/porsi hingga Rp5.000/porsi. Hidangan TO enak dinikmati dengan gorengan, atau ba’wan dan lalapan yang selalu setia menyertai. Seperti terung hijau, kemangi dan mentimun muda dengan sambal cabai atau “sambel goang”.

Warung makan TO dijumpai antara lain di Jalan BKR sekitar 200 meter dari arah Stadion Dadaha kearah selatan atau sekitar 700 meter dari Universitas Siliwangi kearah utara.  Di warung TO Rahmat misalnya, ruangannya sangat luas. Dalam satu kali makan bisa muat ratusan orang lesehaan. Di akhir pekan, banyak rombongan perusahaan atau intansi juga komunitas mencicipi TO sambil ngobrol ngalor- ngidul berkangen ria.

Masih di Jalan BKR, puluhan rumah makan tersedia, dengan aneka ragam kuliner yang akan memanjakan selera lidah para pengunjung.

Menuju Jalan BKR cukup mudah, menggunakan kendaraan sendiri atau kendaraan umum. Bila kendaraan sendiri, tanya kepada tukang becak di depan penginapan atau hotel, mereka akan mudah menunjukkan rute-rute yang mudah dilalui.  Jika menggunakan kendaraan umum menggunakan Angkot 017 dari Sub terminal Pancasila. Ongkos sama dengan jalur angkot lain, Rp2.800 per orang jauh - dekat. 

Macam-macam kuliner di Kota Tasikmalayapun sangat mudah ditemukan di sepanjang Jalan Empang berupa goreng ayam kering, sate atau martabak dan warung kopi.  Ada gorong kepala ayam, ceker ayam juga bagian daging ayam lainnya yang jadi favorit.  Goreng ayam bisa dimakan di tempat atau dibekal ke rumah/penginapan. Harganya cukup murah, hanya Rp4000/satu potong ayam gorong.

Menuju lokasi ini sangat mudah. Bila dari Jalan KHZ Mustofa, sekitar 500 meter berjalan kaki. Tidak ada jalur angkot yang melintas ke lokasi ini. Menggunakan becak dari Jalan KHZ Mustofa tidak akan sampai Rp15.000 per orang.

Bakso dan Bubur Ayam

foto :anep paoji/dok pribadi
Bakso, salah satu potensi kuliner lokal Tasikmalaya 
Mangunjungi Tasikmalaya tidak lengkap bila tidak icip-icip bakso. Meski bukan khas asli kuliner Tasikmalaya, bakso di Tasik terkenal gurih dan nikmat. Penjaja bakso sangat mudah dijumpai mulai yang jualan keliling di roda, mangkal di pinggir jalan hingga di ruko mentereng. Hargnya sangat variatif, mulai Rp5.000/porsi hingga Rp20.000/porsi.

Warung bakso layak direkomendasikan untuk dicicipi antara lain :
  • Bakso Priangan di Kompleks Pasar Pancasila harga Rp12.000/porsi
  • Bakso Laksana di Jalan Pemuda Rp20.000/porsi
  • Bakso Mas Widji di Jalan Siliwangi (dekat Kampus Unsil) Rp10.000/porsi  
  • Bakso Borju di Jalan Terusan Paseh – BCA, Paseh Rp10.000/porsi
  • Bakso Loma di Jalan Tarumanegara depan SD Tarumanegara – Tawang  Rp12.000/porsi
Makanan paling mudah dijumpai di Kota Tasikmalaya, “Bubur Ayam”. Bubur Ayam Tasikmalaya beda dengan bubur ayam di kota lain. Tidak dicampur kuah saat menyantapnya. Hanya berupa bubur beras lembek dengan campuran cakue, kerupuk dan sewiran-sewiran ayam juga kacang goreng. Bubur ayam juga selalu dicampur dengan kecap manis. Sangat mudah dijumpai pagi hari, mulai jam 5 hingga jam 9 pagi. Penjual bubur nyaris ada di setiap gang. Harganya variatif mulai Rp3.500-Rp15.000/porsi.

Bubur ayam cukup terkenal di Kota Tasikmalaya antara lain Bubur Ayam Jenal di Jalan Kalektoran, buka sejak jam 9 pagi - jam 9 malam harganya Rp15.000/porsi.  Ada juga bubur ayam “Jablai” di Perempatan Jalan Bantar-Jalan Galunggung. Buka mulai jam 5 sore hingga jam 12 malam, harga Rp5.000/porsi.

Melihat potensi di atas, sepantasnya Kota Tasikmalaya semakin mengukuhkan diri menjadi pusat industri dan perdagangan di Priangan Timur sebagai positioning dari daerah-daerah sekitar. Kondisi itu didukung sektor keuangan yang berdasarakan catatan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, dari total kredit Rp12,7 triliun tahun 2012 sebesar 76,9% atau Rp9,85 triliun diserap nasabah Tasikmalaya (kota/kab).


Sisanya, realisasi kredit tersebar pada nasabah Ciamis 12,1% atau Rp1,3 triliun dan di Banjar sebesar 10,8% atau Rp1,55 triliun. Data itu pula menunjukkan Tasikmalaya di Priangan Timur cukup strategis sebagai tujuan investasi dan bisnis di samping  kota tujuan wisata belanja, perdagangan dan jasa. (*) 

Informasi Hotel Santika Tasikmalaya
Facebook, twitter