Saturday, December 8, 2012

Pureit Unilever, Solusi Hasilkan Air Minum Sehat Alami Tanpa Dimasak


Tidak rumit untuk mengatahui ketersediaan air bersih dan berkualitas di sekitar kita.  Lihat saja kali, selokan atau danau yang pernah kita lalui. Saat masih kecil, air kali atau danau sangat jernih kini sebaliknya, kotor, berbau akibat endapan sampah bertahun-tahun hingga mendangkalkan sungai atau danau.


Kita sering dengar kisah orang tua dulu, sungai dekat rumah, airnya bisa dipakai mandi atau airnya diambil untuk keperluan konsumsi. Kini jangankan dipakai berisih-bersih, ikanpun tidak ada yang bertahan hidup karena tingkat ketercemaran air yang sangat parah.


Di hulu sungai, berdiri pemukiman dan pabrik-pabrik terkadang membuang limbah ke selokan sebelum diolah. Pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya populasi serta padatnya pemukiman manjadi salah satu pemicu rusaknya lingkungan dan pencemaran air tanah. Sementara kebutuhan akan air bersih semakin meningkat.

Tak jauh-jauh, lebaran lalu, saya pulang kampung, jaranknya sekitar 45 kilometer dari kota kecil yang saya tinggali saat ini, Kota Tasikmalaya - Jawa Barat. Saya sengaja main ke kali tempat dulu bermain air bersama teman-teman atau mengambil udang dan ikan kecil. Tadinya ingin mengobati kerinduan terhadap suasana alam, kenyataannya jauh berbeda. Meski belum ada industri ataupun pemukiman padat di hulu, airnya sudah kering, kalaupun air ada sudah tidak jernih. Batu-batu besar diambil untuk bangunan rumah. Biota sungai entah kemana. Jika turun hujan air sungai sangat deras hingga menyebabkan longsor.

Barangkali itu hanya gambaran kecil soal ketersediaan air bersih di tanah air. Jangankan di kota-kota besar di pelosok desa pun, ketersediaan air layak konsumsi dari alam sudah sangat jarang.

Warga antre air bersih di Tasikmalaya
Fakta Pencemaran Air

Untuk menyadarkan kita bahwa alam sudah sedemkian rusak hingga air kemasan menjadi barang yang mahal melebihi harga BBM per liternya. Menurut laporan United States Agency for International Development (USAID) tahun 2007, berbagai daerah di Indonesia hampir 100% sumber air minum tercemar bakteri E. Coli dan Coliform. Sebanyak 60% sungai di Indonesia tercemar dengan bahan organik, bahan kimia dan bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare.

Jakarta yang dialiri 13 sungai, menurut Badan 
Pengendalian Lingkungan Hidup DKI Jakarta, air sungai tersebut tak luput dari pencemaran. Antara lain oleh bakteri  yang berasal dari sampah organik dan tinja manusia. Kadar pencemaran mencapai 1,6 – 3 juta individu per 100 cc. Padahal standar baku mutunya 2.000 individu per 100 cc.

Daerah rawan krisis air bersih di Pulau Jawa yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kitapun sering mendengar informasi di TV, untuk memenuhi kebutuan air, warga terpaksa mengkonsumsi sisa-sisa air irigasi persawahan. Air keruh tersbut digunakan untuk cuci, mandi bahkan minum.
Sementara, kemampuan pemerintah juga masih terbatas. Pemerintah baru menyediakan sekitar  7,1 juta sambungan air bersih atau sebanding memberi akses air bersih terhadap 35,5 juta jiwa rakyat Indonesia.

Sudah saatnya kita peduli dengan kelestarian alam serta menjaga sumber air dan lingkungan hidup. Sebab dampkanya bukan saja dirasakan oleh kita saat ini melainkan oleh generasai anak cucu kita yang mungkin merasakan buruknya kualitas air lebih parah dari kita. Minimal untuk lingkungan terkecil kita, seperti keluarga atau lingkungan RT/RW.

Dalam hal ini perlu juga edukasi terhadap  masyarakat. Salah satunya, tidak membuang sampah sembarangan atau minimal mengamankan sampah di masing-masing rumah tangga untuk dibuang ke tempatnya. Karena sumbangan terbesar sampah di kota-kota adalah sampah rumah tangga di samping sampah industri. 

Tubuh Memerlukan Air Bersih

Menurut para ahli, sebanyak 80% dalam tubuh manusia adalah air termasuk dalam otak. Tidak terbayang jika setiap hari kita dan keluarga kita mengkonsumsi air tidak bersih, secara tidak langsung telah bunuh diri bersama keluarga dengan air yang kita konsumsi.

Kandungan air  mencapai 75% - 80%  pada bayi, antara 60% - 65% pada pria dewasa dan 50% - 60% untuk  wanita 
dewasa.

Otak manusia terdiri dari dari 85% air sedangkan air pada tulang terdiri dari 10% - 15%. Dengan demikian, air sedemikian penting dalam menjaga eksistensi tubuh karena air merupakan bagian terbesar dalam tabuh kita. 


Manfaat Air Bagi Tubuh
  1. Pengganti Ion tubuh. Kondisi ini setalah tubuh diporsir bekerja atau olahraga, akan mengeluarkan keringat yang juga mengandung unsur air.  Air dalam tubuh akan berkurang sehingga perlu isi ulangg agar tubuh kembali berenergi. Berkurangnya air dalam tubuh ditandai dahaga di mulut dan kering di kerongkongan.
  2. Menjaga keseimbangan tubuh. Seperti dikatakan  di atas, bahwa kandungan air dalam tubuh sangat besar.  Cairan tersebut memiliki fungi masing-masing pada organ tubuh, seperti melancarakan proses pencernaan, penyerapan sari makanan serta metabolisme tubuh. Para ahli menganjurkan, konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari.
  3. Merawat kulit. Dengan konsumsi air sebanyak 8 gelas setiap hari, berarti kita telah merawat kulit agar lebih halus dan sehat. Seperti pohon yang tidak tersiram air, kulit atau daunnya akan cepat layu. Demikian juga kulit manusia, dengan minum air yang cukup, kulit seperti disiram agar tetap terawat.
  4. Memelihara kesehatan ginjal. Kekurangan cairan membuat kinerja ginjal sangat berat. Ginjal berfungsi sebagai lalu lintas darah serta menyaring racun-racun dalam darah dan keluar menjadi air seni. Jika cairan sedikit, kinerja ginjal menjadi berat sehingga mempercepat kerusakan fungsinya. Kini sudah dikebangkan, terafi air agar tubuh senantiasa bugar dan sehat dengan tata cara tertentu, kapan waktu yang tepat untuk minum putih serta berapa takaran air dalam sekali



Solusi Pureit dari Unilever
Pertanyaannya sekarang, dengan kondisi air yang sudah tercemar bakteri, apakah bisa menjaga jesehatan dengan air yang kita konsumsi? 
Tentu  banyak cara untuk mendapatkan air bersih. Manusia diberi akal dengan cara masing-masing. Hanya saja ada yang cara mudah ada juga cara tidak mudah. Yang diharapkan cara mudah, praktis, efisien hasil maksimal dengan biaya murah meriah.

Pureit dari Unilever salah satu teknologi pemurnian air (water furifier) konsumsi yang menghasilkan air terlindungi dari kuman. Pureit sangat praktis digunakan karena tidak tidak memerlukan sambungan kran air. Tinggal tuangkan air tanah atau air ledeng mentah dari wadah. Setelah melintasi saringan Pureit air bisa langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu.


Kepraktisan menghasilkan air Pureit sebanding dengan kualitasnya. Selam proses penyaringan mampu menghilangkan bakteri, virus dan parasit, tanpa gas dan tanpa listrik, tetapi menghasilkan air jernih dengan rasa alami.

Air dari Pureit Unilever sangat aman dan alami karena melalui 4 proses pemurnian dengan teknolgi yang disebut Germikill.

Berikut tahapan pemurnian air dengan Germ kill dalam Pureit.

  1. Tahap satu, air melintasi saringan serat mikro untuk menghilangkan kotoran
  2. Tahap dua, melintasi filter karbon aktif berfungsi menghilangkan parasit dan pestisida berbahaya
  3. Tahap tiga, air melintasi prosesor pembunuh kuman dengan programmed disinfection technology. Fungsinya untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat.
  4. Tahap empat, air melintasi penjernih yang menjadikan air jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami



Jaminan Perlindungan
Denggan Pureit jangan khawatir saringan akan kedaluarsa atau tidak berfungsi. Sebab alat penyaring didesain sedemikian rupa sehingga benar-benar berfungsi  maksimal dalam menghasilkan air berkualitas untuk kesehatan. 
  1. Perlindungan Pureit Germ Kill Life Indicator. Pureit memiliki Indikator unik yang akan memberitahu pengguna beberapa hari sebelumnya, kapan  Germikill harus diganti.
  2. Perlindungan mekanisme penghentian otomatis. Jika  Germ Kill Kit tidak diganti pada waktunya, Pureit otomatis akan menghentikan aliran air sampai dilakukan penggantian. Mekanisme ini dimaksudkan untuk menjamin anggota keluarga selalu meminum air yang aman.

Apa Germ Kill Kit?


Germikiil Kit merupakan komponen perangkat pembunuh kuman yang ditanam dalam Pureit dengan kekuatan tahan lama dan dapat diganti.

Komponen tersebut harus diganti secara bersamaan setelah memurnikan sekitar 1.500 liter air atau setara dengan 80 galon. Bila pemakaian normal, diperkirakan pemakaian Germ Kill selama waktu 6 -8 bulan.



Hemat dengan Pureit

Hemat tidak harus mengorbankan kualitas dan kesehatan. Tetapi tidak juga harus boros bila ada cara yang lebih murah dan berkualitas. Di bawah ini perbandingan menggunakan Pureit dalam menghasilkan air sehat konsumsi.

Pureit Jauh Lebih Praktis
  1. Mempu menghilangkan polutan air termasuk pestisida, karat besi dan sebagainya yang tidak dapat dihilangkan dengan hanya memasak air
  2. Hemat gas
  3. Harga terjangkau
  4. Hemat uang

Dibandingkan menggunakan air gallon bermerek

  1.     Tidak khawatir kehabisan stok
  2.     Tidak repot belanja air
  3.     Tidak perlu khawatir akan kualitas air

Dibandingkan air isi ulang
  1. Tidak akan khawatir kehabisan
  2. Tidak ragu sumber air dari mana diambil penyedia air isi ulang
  3. Tidak ragu air bagaiman diproses
  4. Tidak perlu repot menyediakan air secara rutin
  5. Hemat uang
Perbandingan anggaran belanja dengan gallon 
  1. Harga air gallon Rp10.000 untuk 19 liter air
  2. Harga Germ Kill Rp150.0000 untuk produksi 1.500 galon air
  3. Jika setiap bulan habis 8 galon maka penghematan dengan Pureit sebanding dengan :
a. 1 tahun Rp.842.400
b. 3 tahun Rp.2.527.200
c.  5 Tahun Rp4.212.000


Masih Ragu Puerit?


Salah satu cara menilai keandalan sebuah produk, tidak saja pada kualitas produknya melainkan siapa produsennya. Pureit dikeluarkan oleh Unilever sebuah perusahaan raksasa yang mampu menghasilkan  produk-produk rumah tangga berkualitas.
Terkait dengan Pureit, tentu saja tidak sembarangan dikeluarkan tanpa uji coba secara bertanggungjawab oleh Unilever. Mengeluarkan produk tidak semata-mata menghasilkan untung melainkan mafaat terhadap masyarakat banyak apalagi menyangkut brand perusahaan besar.


Sebelum dilempar ke pasaran, Pureit dinyatakan sudah memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA), Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya. Kinerja Pureit juga telah diuji oleh lembaga ilmu pengetahuan dan institusi kesehatan terkemuka di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.
Sedangkan sertifikat yang diraih Pureit antara lain sebagai berikut : 
  • Sertifikat Labolatorium dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada (UGM) – Indonesia
  • Sertifikat Labolatorium Kualitas Air Bersih Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institute Teknologi Bandung (ITB) – Indonesia
  • Sertifikat Scottish Parasite Diagnostic Labolatory (SPDL) CPA Asredite – India
  • Sertifikat London School and Hygiene and Trofical Medicine University Of London  
  • Sertifikat SRL Ranbaxsy Clinical reference Labolatories – India
  • Sertifikat National environmental Enggineering research Institute – India
  • Sertifikat Apollo Hospital Chanel
  • Sertifikat Central Food for Technelogical Reserch Institute – India
  • Sertifikat India Public Health Association - India.



Sumber tulisan :
http://www.pureitwater.com/ID/
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/04/10/110350-sebagian-besar-air-sungai-di-jakarta-tergolong-pencemaran-berat

2 comments:

Eci said...

Wah, ilmiah n penuh informasi banget. Bikin nyali aku yang ikut lomba ini juga menciut.

Semangat, jangan lupa berkunjung ke blog aku juga, ya


http://hertilysurviva.wordpress.com/2012/12/23/think-before-you-drink/

Anep Paoji said...

he mantab, mas bro. Sekedar coba-coba saja...he2 sip ke TKP ya,