Buku Terbitan Mizan Ini yang Paling Berkesan Bagi Saya

Salah satu judul buku terbitan Mizan Publishing yang cukup berkesan bagi saya, “Spiritual Thinking : Sukses dengan NLP dan Tasawuf”, karya Priatno H. Martokoesoemo. Bahasan buku ini menjelasakan tentang Neuro Lingusitik Program (NLP) yang memadukan dengan bahasan nilai-nilai sifistik dalam Islam. Cukup unik karena penulis yang  jebolan perguruan tinggi University of Washington ini dengan studi Matematic-Physics tersebut, mampu memaparkan NLP secara sederhana yang diakitkan dengan pesan-pesan moral tawasuf.

Dalam NLP ia mengupas sisi alam bawah sadar manusia yang secara langsung terprogram oleh kebiasaan negative ataupun positifi yang berdampak pula pada pembentukan pola pikir seseorang. Priatno pun menguraikan, bahwa ada metode dalam NLP, memprogram ulang pikiran (mainsetting) supaya berfikir lebih positif, realitsis dan tidak berpandangan negative atas persoalan yang dialami. Dari sisi spiritualistic, dia mengambil tradisi tariqot qidriah naksabandiyah yang diparaktikkan Abah Anom Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tanpa mepertentangkan NLP dengan nilai sufistik Islam, ia menekankan apa yang terjadi, yang dikehendaki maupun yang tidak dikehenndaki adalah milik Allah SWT. Kepasrahan mestinya hanya ditujukan keapda Allah SWT sebagai pemilik semesta. Kepasrahan ini menuju kepada perbaikkan akhlak personal hingga  mampu mengubah akhlak masyarakat lebih luas.
Penulis bagi saya cukup berhasil membahas NLP dan sufisme Islam dalam praktif dunia modern yang ia sebut sebagai Spiritual Thingking (ST). Ia fokus pada implementasi akhlak yang telah berhasil dipraktikkan oleh para ulama tasawuf.

Beberapa point yang sering saya praktikkan dari buku ini, teknik berserah diri yang memadukan teknik meditasi dengan dzikir. Tradisi meditasi secara tersurat tidak terdapat dalam ritual ajaran Islam. Ia lebih dikenal muncul dalam ritual di luar Islam. Dalam NLP, dikenal dengan autosugetsi, dengan cara memberi dorongan melali kata-kata pada alam bawah sadar untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam  Islam, menyerahkan diri hanya kepada Allah dalam shalat atau di luar shalat dengan cara berdoa.

Kantor Mizan Publishing
Praktik berserah diri dalam ST, memadukan antara meditasi, dzikir dan doa. Berserah diri hanya kepada Allah yang secara langsung mensugesti diri bahwa yang bisa mengubah hanya Allah SWT semata. Dengan teknik seperti ini, terasa bahwa ketika kita berserah diri, sungguh hasilnya luar biasa. Tidak hanya tenang dalam hati dalam menghadapi masalah tetapi permasalahn perlahan bisa diatasi dengan mudah. 

Barangkali bukan hanya saya yang merasakan manfaat buku seperti ini. Dengan tema yang berbeda, buku berkualitas akan mampu mengubah persepsi bahkan tingkah laku seseorang. Buku juga mampu mewarisi khazanah intelktual serta khazanah keagamaan. Di sinilah peran para penerbit dalam melestarikan pemikiran serta gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penerbit Mizan sebagai penerbit yang mengedepankan keberimbangan dalam wacana pemikiran nampaknya sudah berhasil pada posisi tengah dalam menerbitkan buku-buku berkualitas. Tidak hanya asfek bisnis yang diperhatikan, tetapi asfek menfaat.  Mizan dalam bahsa arab berarti seimbang.

PT. Mizan Publishing didirikan tahun 1983 oleh tiga mahasiswa bernama Haidar Bagir, Ali Abdullah dan Zainal Abidin Shahab. Awalnya mereka ingin membangun karya-karya tulis keislaman di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya aktifitas usaha, penerbitan tidak lagi sebatas menerjemahkan karya penulis terkemuka luar negeri tetapi terus berinovasi menerbitkan karya penulis potensial dalam negeri.

Film Laskar Pelangi
Tahun 1999, Mizan membentuk Mizan Publika sebagai perusahaan induk (holding company) dan tahun 2001 meluncurkan program restrukturisasi. Dari sini Mizan terbagi dalam unit-unit yang otonom dan dinamis sehingga mampu beradaptasi terhadap ikilim bisnis. Lahirlah unit usaha penerbitan, distribusi, penjualan galeri buku online dan percetakan. Per tahun, buku yang berhasil diterbitkan Mizan mencapai 600 judul buku termasuk karya-karya bestseller. Menyebut salah satu buku, Trilogi
Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata yang menghjebohkan itu. 

Tahun 2008, Grup Mizan mendirikan Mizan Productions yang merancang program-program film untuk televise. Sedikitnya Mizan Productions memproduksi enam film yang diakui secara luas, termasuk di dalamnya Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Garuda di Dadaku, Emak Ingin Naik Haji dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta serta Rindu Purnama. Film-film produksi Mizan juga telah memenangkan berbagai penghargaan baik di tanah air maupun di luar negeri.

Film Emak Ingin Naik Haji
Gebrakan Mizan Grup terbaru, berhasil mendirikan Mizan Digital Publishing yang menerbitkan serta memasarkan konten digital melalui berbagai media dan perangkat. Unit bisnis lain, Mizan Media Utama dan Mizan Dian Semesta  bergerak dalam bidang distribuis, Mizan Grafika Sarana dalam percetakan dan Mizan Learning Center dalam pelatihan.

Keberhasilan Mizan Group tidak lepas dari arsitektur dan pendirinya, Haidar Bagir. Dalam wawancara yang dimuat di Bisnis Indonesia Edisi 16 Febaruari 2011, Haidar Bagir memiliki visi dan misi bahwa Mizan didirikan bukan sebagai kegiatan usaha semata. Melainkan sebagai sarana dakwah.

Baginya, Mizan tidak sebatas menerbitkan buku-buku bernafaskan Islam, melainkan penerbit yang terbuka dalam menyebarkan  buku-buku berkualitas. Salah satunya kata pria yang semasa mahasiswa aktif di Salman ITB itu, pernah menerbitkan tulisan seorang pastor yang dinilainya berkualitas.

Dalam memajukan usaha, ia terus memberdayakan para karyawan termasuk dalam kesejahteraannya karena keberhasilan perusahaannya ditopang kreatifitas ide karyawan. Selamat Ulang Tahun ke-30 Mizan. Terus berkarya menerbitkan buku-buku berkualitas yang mencerahkan. (*)