Home » » Di Sinilah Pertama Kali Konfrensi Koperasi Digelar oleh Bung Hatta

Di Sinilah Pertama Kali Konfrensi Koperasi Digelar oleh Bung Hatta

TASIKMALAYA - Meski kurang popular, penulis memaksakan, Tugu Koperasi Nasional Tasimalaya masuk pada  potensi Tasikmalaya. Ada beberapa alasan yang mendasari penulis.Pertama, rangkaian tulisan ini mengekplorasi Tasikmalaya sebagai pusat industry kreatif berbasis kerakyatan.

Koperasi, merupakan representasi ekonomi kerakyatan, di tanah air. Kiprahnya sudah terlihat dalam sejarah perkoperasian nasional dan Tasikmalaya salah satu kota menjadi tonggak sejarah dalam perkoperasian nasional tersebut.

Kedua, sebagai simbol sejarah, Tugu Koperasi Nasional Tasikmalaya akan memberikan gambaran kepada generasi berikutnya, bahwa Tasikmalaya sejak generasi karuhun sudah akrab dengan organisasi, termasuk organisasi ekonomi.

Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya
Ketiga, memberi kesadaran di tengah memudarnya peran dan fungsi koperasi di tanah air, bagaimanapun ekonomi berbasis kerakyatan telah hidup di negeri ini. 

Sehingga pegiat ekonomi saat ini perlu melirik kembali nilai-nilai koperasi dalam laku perekonomian bangsa, tentunya dengan berbagai modernisasi serta pembenahan di sana-sini.

Keempat, minimal menyadarkan generasi sekarang, bahwa Tasikmalaya tempo dulu sudah diperhitungkan di kancah perekonomian nasional, seperti kondisi sekarang sebagai potensi industry kreatif yang memberi kontribusi besar terhadap perekonomian warga bukan saja untuk Tasikmalaya melainkan bagi Bangsa Indonesia.  

Jika ingin berkunjung ke Tugu Koperasi, lokasinya mudah terjangkau. Ia berada di Jalan Mohammad Hatta, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, sekitar 2 kilo meter dari pusat kota Jalan KHZ Mustofa. Bukan sebuah kebetulan, alamat tugi koperasi di Jalan Mohammad Hatta, sepertinya  mengingatkan jasa bapak bangsa, bapak koperasi nasional yang juga proklamator kemerdekaan RI, yakni Muhammad Hatta.

Sangat mudah menuju lokasi ini, dari simpang lima sekitar 1 kilo meter menuju arah Ciamis. Meski bangunanya tidak terlalau mencolok, sepintas saja sudah tergambar bahwa bangunan tersebut merupakan tugu.

Bentuk tugu koperasi berupa 12 pilar, dengan tinggi sekitar 3 meter berjejer seperempat lingkaran mengawal logo koperasi di depannya, terbuat dari bahan kuningan.  Pilar 12 tersebut merupakan pengumuman bahwa pada tanggal 12 Juli 1947 diresmikan hari Koperasi Nasional dan di tempat itulah kongres koperasi pertama kali dilaksanakan, berlangsung sejak 12-14 Juli 1947.

Akan terlihat plang bertuliskan, “Di sini tempat berlangsungnya kongres koperasi yang pertama, tanggal 12-14 Juli 1947 antara lain memutuskan, 12 Juli sebagai hari Koperasi Indonesia”.   Di belakang tugu koperasi,  kini masih beroperasi kegiatan usaha Pusat Koperasi Kota-Kabupaten Tasikmalaya (KPPT). Koperasi ini didirikan tahun 1943, lebih dahulu dari pada kongres koperasi digelar.

Di zamannya, KPPT merupakan koperasi terbesar di Tasikmalaya bahkan di Indonesia. Di zaman keemasannya pula, diselenggarakan berbagai kegiatan usaha mulai unit simpan pinjam hingga pabrik tenun.
Usaha yang masih berjalan hingga kini, unit simpan pinjam, sewa bangunan juga pabrik tenun dan penggilingan padi. Hanya saja untuk pabrik tenun, sudah disewakan kepada pihak ketiga, pihak  koperasi hanya menerima biaya sewa setiap tahun.

Meski tidak cukup hanya sebagai kebanggan, Tugu Koperasi memberi gambaran kepada kita, sejak dulu kala masyarakat Tasikmalaya sudah menjadi pelaku ekonomi kerakyatan yang mandiri melalui kegiatan koperasi. Di era 80-an, di seluruh Indonesia  perantau asal Tasikmalaya juga sempat terkenal dengan  “Tukang Kiridit”. Sehingga selain julukan kota santri, kota perajin dan kota resik, Tasikmalaya sempat identik dengan kota tukang kiridit.

Momen penting terkait pembangunan ekonomi kerakyatan nasional di Tasikmalaya, bulan Juni 2013 digelar temu nasional para pendamping UMKM se-Indonesia. Komitmen mereka membangun kualitas para pendamping pengusaha kecil dan menengah hingga berhasil menyusun road map pola pendapingan dan konsultasi bagi UMKM ke depan. (ANEP PAOJI)       



1 komentar:

mimi bohay said...

kebetulan sekali barusan aku lewat sana,, depan kelontong ada tempat koperasinya